Meski KJP Dicabut, Disdik Jakarta Pastikan Siswa yang Terlibat Tawuran Tetap Lanjut Sekolah

AKURAT.CO Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Nahdiana, menegaskan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) terhadap siswa yang terlibat tawuran tidak berarti membuat mereka putus sekolah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memastikan para pelajar yang terlibat tawuran mendapatkan pembinaan, dan melanjutkan pendidikan di sekolah yang dinilai lebih sesuai.
"KJP, ketika dia tawuran kalau secara aturan memang harus dikeluarkan dalam pembinaan kita. Dikeluarkan bukan berarti harus putus sekolah," kata Nahdiana dalam rapat bersama Komisi E DPRD Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Dalam 2 Tahun, Disdik Jakarta Cabut KJP 60 Siswa yang Terlibat Tawuran
Dia menjelaskan, Dinas Pendidikan Jakarta tetap melakukan pendampingan terhadap siswa yang tersangkut kasus tawuran agar tetap memperoleh akses pendidikan. Salah satunya, melalui koordinasi dengan sekolah lain yang dinilai lebih tepat untuk proses pembinaan siswa.
"Biasanya kita komunikasi dengan sekolah-sekolah yang lebih cocok untuk pelajar yang terlibat tawuran," ungkapnya.
Pemerintah tidak ingin pencabutan KJP justru membuat siswa kehilangan masa depan pendidikan mereka. Karena itu, Disdik Jakarta berupaya mengembalikan para pelajar yang terlibat tawuran ke lingkungan pendidikan yang lebih kondusif.
"Jangan sampai putus sekolah, yang jelas itu sekarang sedang kita kembalikan ke sekolah," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan pendidikan tidak bisa disamaratakan untuk setiap anak. Dia menilai, sebagian siswa memiliki potensi dan minat yang lebih kuat di bidang vokasi dibanding pendidikan akademik umum.
Baca Juga: 707 Ribu Siswa di Jakarta Terima KJP Plus Tahap Pertama 2026
"Pendidikan kan banyak, ada anak-anak yang punya kecerdasannya atau passion-nya katakanlah vokasi yang dominan," kata Nahdiana.
Penanganan siswa yang terlibat tawuran perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengarahkan mereka pada pendidikan dan aktivitas yang sesuai dengan minat serta bakat agar tidak kembali terjerumus dalam kekerasan remaja.
"Kalau itu kita orkestrasi dengan baik, maka anak-anak kita itu tidak punya ruang kosong atau rumah hampa," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






