Tragedi 11 September: 22 Tahun Berlalu, Ribuan Nyawa Masih Belum Teridentifikasi

AKURAT.CO, Tragedi 11 September atau disebut juga 9/11 atau 11/9 merupakan kejadian empat serangan bunuh diri yang diatur untuk beberapa target di New York City dan Washington DC pada 11 September 2001.
Secara keseluruhan, serangan teror 11 September merenggut 2.997 nyawa, belum termasuk dengan 19 pelaku teror.
Baca Juga: Ketika Bangsa Amerika Peringati 21 Tahun Serangan 9/11, Warga Tak Ingin Kemarahan 'Memakan' Mereka
Proses identifikasi korban teror 11 September ini sangat lambat. Pada 2021, dua korban teridentifikasi, dan terakhir pada 8 September 2023, tim baru berhasil mengidentifikasi dua korban lagi.
Mereka adalah korban ke 1.648 dan 1.649 yang identitasnya disembunyikan sesuai dengan permintaan keluarga. Terhitung masih ada 1.104 atau sekitar 40% korban yang belum teridentifikasi 22 tahun lamanya.
Serangan 11 September ini menjadi salah satu peristiwa paling traumatis abad ini, sekaligus sebagai serangan teroris dengan jumlah korban terbanyak sepanjang sejarah.
Lantas apa sebenarnya yang terjadi hari itu? Siapa dalang dibalik hilangnya ribuan nyawa pada tragedi 11 September?
Baca Juga: FBI Rilis Bukti Baru Serangan 9/11, Ada 'Orang Dalam' Arab Saudi yang Bantu Teroris
Kronologi tragedi 11 September
11 September 2001, sekelompok penyerang bunuh diri membajak pesawat komersil AS yang sedang terbang menuju San Fransisco dan Los Angeles. Pesawat ini kemudian digunakan untuk menabrak gedung-gedung penting di New York dan Washington.
Pesawat pertama menghantam Menara Utara gedung World Trade Center (WTC) di New York pada 08:46 waktu setempat, dan pesawat kedua menabrak menara selatan pada 09:03.
Dalam kurun waktu dua jam, kedua menara setinggi 110 lantai itu runtuh diselimuti awan debu yang sangat besar.
Ketika pesawat menghantam gedung, diperkirakan ada 1.700 orang berada di dalam gedung.
Secara keseluruhan, tidak ada yang selamat di atas zona tabrakan menara utara, namun 18 orang berhasil melarikan diri dari lantai di atas zona tabrakan di menara selatan.
Pukul 09:37, pesawat ketiga menghancurkan bagian barat Pentagon yang merupakan markas besar militer AS di luar ibu kota negara, Washington DC.
Pukul 10:03 pesawat keempat jatuh di lapangan yang terletak di Pennsylvania setelah para penumpang melakukan perlawanan. Diperkirakan pesawat ini ditujukan untuk menyerang gedung Capitol di Washington DC.
Dalang dibalik tragedi 11 September
Sebuah jaringan ekstrimis yang mengatasnamakan Islam bernama al-Qaeda lah yang merencanakan serangan dari Afghanistan.
Dipimpin oleh Osama Bin Laden, al-Qaeda menyalahkan AS dan sekutunya atas konflik yang terjadi di negara Islam.
Mulanya Osama Bin Laden menolak terlibat dalam serangan ini. Namun pada 2004, ia mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
Al-Qaeda dan Bin Laden mengatakan, motif penyerangan ini atas dasar dukungan AS terhadap Israel, keberadaan tentara AS di Arab Saudi, dan sanksi terhadap Irak.
Pembajakan pesawat dilakukan oleh 19 orang yang dibagi dalam empat tim. Tiga tim terdiri dari lima orang, dan satu tim terdiri dari empat orang (di pesawat yang jatuh di Pennsylvania).
Setiap timnya memiliki satu orang yang telah mengikuti pelatihan pilot yang dilakukan di sekolah terbang AS. Lima belas pembajak adalah orang Saudi, dua dari Uni Emirat Arab, satu dari Mesir, dan satu dari Lebanon.
Al-Qaeda didirikan oleh Bin Laden yang merupakan jutawan Saudi. Nama al-Qaeda artinya "pangkalan" atau "jaringan."
Sesuai namanya, al-Qaeda berfungsi sebagai jejaring dukungan logistik dan persenjataan bagi kelompok ekstrimis Islam yang melawan Uni Soviet. (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









