KPK Periksa Iskandar Sitorus dan ASN Bea Cukai dalam Pengembangan Kasus Suap Importasi Barang

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan dua saksi dalam pengembangan penyidikan tindak pidana korupsi terkait suap importasi barang di lingkungan Ditjen Bea Cukai, Kamis (6/8/2026).
Kedua saksi yang dipanggil menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, yakni Iskandar H.P. Sitorus, selaku wiraswasta, dan Umar Khayam yang merupakan ASN di Ditjen Bea Cukai.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami alat bukti terkait pengembangan perkara.
"Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait bea dan cukai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," ujarnya.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, atas nama Iskandar H.P. Sitorus dan Umar Khayam," lanjut Budi.
Baca Juga: Kembangkan Kasus Suap Importasi, KPK Periksa Tiga Terdakwa Mantan Pejabat Bea Cukai
Perkara ini merupakan pengembangan kasus suap importasi barang yang sebelumnya menjerat sejumlah pejabat Ditjen Bea Cukai serta pihak dari PT Blueray Cargo.
Dalam pengembangannya, KPK telah menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Salah satu sprindik telah menetapkan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda, sebagai tersangka.
Selain Gatot, KPK juga masih mengembangkan dugaan aliran dana suap dari Blueray Cargo kepada sejumlah pejabat Ditjen Bea Cukai maupun pihak lain yang disebut dalam fakta persidangan.
Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan menelusuri keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara tersebut.
Baca Juga: KPK Tetapkan Satu Tersangka Baru di Kasus Suap Bea Cukai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






