Hadapi Persaingan Global, Analis Usulkan AS Buat Laporan Tahunan tentang 'Kekuatan Teknologi China'

AKURAT.CO Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin tajam dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perdebatan di Washington sering terhambat karena tidak adanya data yang disepakati bersama.
Para analis menilai Kongres perlu mendorong penerbitan laporan tahunan 'Kekuatan Teknologi China'. Laporan ini akan mirip dengan 'Kekuatan Militer China' yang selama ini diterbitkan Pentagon.
Dokumen tersebut memberi gambaran jelas mengenai kemajuan Tiongkok di sektor penting seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor dan fusi militer-sipil. Informasi ini diyakini akan membantu sektor publik dan swasta dalam menyusun strategi menghadapi Beijing.
Saat ini, kebijakan kontrol ekspor teknologi AS masih menuai perdebatan. Sebagian pihak menilai langkah itu gagal menghentikan perkembangan Tiongkok, terbukti dengan kemunculan AI canggih seperti DeepSeek.
Di sisi lain, ada yang berpendapat kontrol ekspor justru berhasil memperlambat laju inovasi Tiongkok. Pendukung kebijakan ini menegaskan langkah tersebut penting untuk mempertahankan dominasi teknologi AS.
Baca Juga: China Genjot Industri Antarmuka Otak-Komputer, Incar Saingi Neuralink
Contoh ketidaksepakatan muncul dari klaim CEO NVIDIA, Jensen Hwang, yang menyebut chip perusahaannya tidak dipakai militer Tiongkok. Namun, peneliti independen menemukan bukti chip NVIDIA digunakan dalam kontrak Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Dikutip dari National Security Journal, Selasa (19/8/2025), perbedaan data juga terlihat pada estimasi jumlah chip yang diselundupkan ke Tiongkok. Perkiraan tersebut bervariasi, mulai dari 25.000 unit hingga hampir 3 juta unit chip kelas atas.
Laporan 'China Tech Power' dinilai penting untuk menyelesaikan perbedaan tersebut. Dokumen berbasis data terbuka dan intelijen dideklasifikasi ini akan menyediakan sumber informasi yang dapat dipercaya.
Selain itu, laporan akan menilai perkembangan Tiongkok di berbagai teknologi penting seperti AI, robotika, kuantum, hingga bioteknologi. Pemetaan aktor negara, perusahaan dan akademisi kunci juga akan menjadi bagian dari laporan.
Laporan ini juga akan mengukur dampak kontrol ekspor AS, termasuk upaya Tiongkok mencari jalan pintas melalui penyelundupan. Data ini diharapkan bisa memperkuat posisi AS dalam menentukan kebijakan teknologi.
Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, keseimbangan kekuatan teknologi kini dianggap sama pentingnya dengan kekuatan militer. Karena itu, laporan resmi tentang kekuatan teknologi China dipandang sangat mendesak untuk menghadapi era Perang Dingin baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








