Hindari Pertanyaan-pertanyaan Singkatan, Debat Capres Bukan Lomba Cerdas Cermat

AKURAT.CO Masih menjadi perbincangan hangat, cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, tak bisa menghindari kritik publik akibat pertanyaan-pertanyaannya dalam ajang debat yang terkesan banyak menjebak.
Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, menilai cara debat dengan menggunakan singkatan yang tidak diketahui banyak orang bisa mengurangi bobot etik dan kualitas debat dari seorang calon.
"Pertanyaan tricky model Gibran akan dapat mengurangi bobot etik dan kualitas debat penting seperti cawapres ini. Akhirnya yang muncul bukan pemahaman dan kekuatan argumen tapi olok-olok," katanya saat dihubungi Akurat.co, Minggu (24/12/2023).
Maka dari itu, Ray menyarankan untuk para pasangan calon menghindari pertanyaan yang terkesan menjebak. Karena akan terlihat seperti lomba cerdas cermat, bukan debat capres-cawapres.
"Oleh karena itu, untuk debat berikutnya, model pertanyaan tricky seperti ini sebaiknya dihindari. Sebab, jika terus dilakukan akhirnya kita hanya menyaksikan perlombaan cerdas cermat, hafalan istilah, bukan debat visioner," ujar aktivis 1998 itu.
Baca Juga: Membedah OOTD Brand Lokal Prabowo-Gibran di Debat Cawapres, Dukung Usaha Anak Bangsa
Menurut Ray, jika pertanyaan semacam itu masih dilakukan, maka yang ada dalam debat, para kandidat justru berlomba menanyakan pertanyaan yang menjebak.
"Semua capres/cawapres akan berlomba menanyakan sesuatu yang tricky. Menanyakan pasal, hari apa, istilah ini dan itu dan sebagainya. Mari jaga kualitas debat ini dengan sehormat-hormatnya. Jangan sampai ia jatuh jadi sekadar lomba cerdas cermat," pungkas Ray.
Sebelumnya, dalam debat kedua cawapres yang dilaksanakan Jumat (22/12/2023), cawapres Gibran memang tak sekali dua kali memberikan pertanyaan yang berisi singkatan.
Bahkan, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, sempat kebingungan tentang singkatan yang diberikan Gibran saat bertanya soal upaya menaikkan peringkat Indonesia di State of the Global Islamic Economy (SGIE).
Setelah Gibran menjelaskan SGIE, Cak Imin pun menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi solusi menaikkan SGIE di Indonesia. Namun dia hanya sempat menyebut satu poin saja lantaran waktu yang tersedia keburu habis.
Baca Juga: Memukaunya Penampilan Gibran dalam Debat Cawapres Ternyata di Luar Ekspektasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








