Menakar Pengaruh Gerakan Empat Jari, Pengamat Singgung Pilpres 2019: Muncul #GantiPresiden, akan Berpengaruh Terhadap Publik
Dwana Muhfaqdilla | 8 Februari 2024, 20:26 WIB

AKURAT.CO Gerakan empat jari terus disuarakan oleh kubu yang menolak memilih paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Menanggapi hal ini, Peneliti Politik BRIN Siti Zuhro mempertanyakan esensi dan target dari gerakan salam empat jari ini.
“Kalau salam empat jari ini dimaksudkan sebagai respons terhadap ketidakadilan, ketidakbenaran atas jalannya tahapan pemilu presiden, yang dirasakan tidak mengedepankan keadilan dan melanggar peraturan dalam rekrutmen paslon capres dan cawapres, maka gerakan ini akan berpengaruh terhadap publik,” katanya kepada Akurat.co, Kamis (8/2/2024).
Zuhro mengatakan, sekecil apapun dampaknya, hal ini tentu akan berpengaruh terhadap pandangan masyarakat.
Kemudian, ia mengungkapkan gerakan empat jari merupakan respons kepada pelanggaran etika.
“Pemilu 2019 malah muncul #GantiPresiden. Gerakan empat jari merupakan respons terhadap pelanggaran etika. Agar publik tidak lupa tentang adanya pelanggaran etika,” tuturnya.
Sementara itu, pengamat politik, Probo Darono Yakti, mengatakan, gerakan ini merupakan aksi keprihatinan dari kedua pihak yakni pendukung paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
“Saya melihat memang gerakan moral untuk mempersatukan kedua pihak pendukung. Termasuk salah satunya menekankan pada isu tersebut,” tuturnya.
Diketahui, gerakan ini lahir dari presidium nasional Partai Hijau Indonesia, John Muhammad.
Saat itu, John menilai Pemilu 2024 sudah tidak adil ketika Gibran maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto usai diloloskan MK.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










