Bandingkan RI dengan MK Austria yang Berani Batalkan Hasil Pilpres, Mahfud Disebut Gagal Paham

AKURAT.CO Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai cawapres nomor urut 3, Mahfud MD gagal paham dalam membaca isi putusan Mahkamah Kontitusi (MK) di Austria yang pernah membatalkan hasil pilpres.
Sebab, pada faktanya, pembatalan hasil pilpres di Austria bisa terjadi karena selisih suara antar paslon sangat tipis.
Hal ini sangat berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, di mana paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud sangat tertinggal jauh dengan perolehan suara Prabowo-Gibran. Bahkan, selisihnya lebih dari 50 juta suara.
Baca Juga: Hormati Etik, Ketua THN AMIN Ungkap Hamdan Zoelva Tidak Beracara di MK Bela AMIN
"Jadi pernyataan Profesor ini agak tulalit tak membaca intisari berita soal MK Austria membatalkan kemenangan capres yang menang di Austria," kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (30/3/2024).
Karenanya, Jerry menilai langkah Mahfud yang membandingkan MK dengan MK di Austria tidaklah tepat. Sebab dalam Pilpres 2024 ini Prabowo-Gibran berhasil unggul telak. Lagi pula, Indonesia tidak punya riwayat untuk mengulang pemilu.
"Jadi secara esensi, substansial dan eksistensial Prabowo menang telak, dan di Indonesia belum pernah ada pilpres diulang. Beda dengan pilkada. Kubu 01 dan 03 barangkali dalam kepanikan tingkat tinggi dan gagal paham," ujarnya.
Dia meyakini, pada akhirnya MK Indonesia tidak akan mengabulkan isi permohonan dari kubu Ganjar-Mahfud dalam gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.
"Tetap gugatan soal sengketa akan mental di MK. Paling hanya 2 hakim yang setuju 6 hakim menolak," pungkasnya.
Baca Juga: Diminta Hadir di Sidang PHPU di MK, Airlangga Tunggu Undangan Resmi
Sebelumnya dalam sidang gugatan PHPU di MK, cawapres nomor urut 3, Mahfud MD mengambil contoh MK di Australia yang berani mengambil keputusan untuk membatalkan hasil pilpres.
Kemudian, Mahfud meralat apa yang disampaikannya dalam sidang karena salah menyebut negara. Ia mengatakan, yang benar adalah Austria bukan Australia.
"Maaf, saat menyampaikan pengantar di Sidang MK tanggal 27-3-2024 kemarin saya sempat salah ucap 'Australia" sebagai negara yang pernah membatalkan hasil Pilpres. Yang benar adalah 'Austria' yang membatalkan hasil Pilpres pada Juli 2016. Austria adalah negara maju dan adalah negara pertama yang membentuk MK (1920)," tulis Mahfud dalam akun X pribadinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







