Akurat
Pemprov Sumsel

Saiful Mujani Ajak Gulingkan Prabowo, Hasan Nasbi: Mereka Ukur Demokrasi dengan Isi Perutnya Sendiri

Moehamad Dheny Permana | 5 April 2026, 12:06 WIB
Saiful Mujani Ajak Gulingkan Prabowo, Hasan Nasbi: Mereka Ukur Demokrasi dengan Isi Perutnya Sendiri
Hasan Nasbi (foto: Akurat.co)

AKURAT.CO Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengkritik pernyataan konsultan politik, Saiful Mujani, yang mengajak para aktivis untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Hasan heran karena pernyataan bernuansa provokasi tersebut dilontarkan sang pendiri lembaga survei SMRC dalam sebuah acara halal-bihalal yang seharusnya menjadi momen untuk saling menguatkan, membesarkan hati dan mempererat persatuan dan kesatuan. 

“Jadi momen halal-bihalal diisi dengan pidato-pidato sok paten, pidato-pidato yang memprovokasi bangsa sendiri, pidato-pidato yang mengajak orang lain untuk menjatuhkan pemerintah. Jadi saya agak miris menyaksikan pidato-pidato di acara halal-bihalal itu,” ujar Hasan dikutip dari Instagram @microphone.hasan.nasbi, Minggu (5/4/2026). 

Hasan mengatakan, kelompok-kelompok provokator memang selalu hadir di setiap era pemerintahan, bukan hanya di Indonesia tapi juga di negara-negara lain. 

Ajakan untuk menggulingkan pemerintahan, menurut Hasan, sebagai ciri bahwa Saiful Mujani, walau bertitel profesor politik, hanya mengukur demokrasi dengan perasaan dan keinginannya sendiri. 

“Memang ada kelompok masyarakat di bangsa kita maupun di negara lain yang itu mengaku pejuang demokrasi, tapi mereka mengukur demokrasi itu dengan isi perutnya sendiri. Mengukur demokrasi itu dengan perasaan dan keinginannya sendiri,”  ujar Hasan. 

“Jadi kalau keinginannya kesampaian, kalau perasaannya terpenuhi, kalau dia terlibat dalam sebuah kebijakan, maka dia akan bilang demokratis. Tapi kalau keinginannya tidak kesampaian, kalau perasaan-perasaannya tidak terpenuhi, kalau dia tidak terlibat dalam pengambilan sebuah kebijakan, dia akan bilang itu tidak demokratis,” sambungnya. 

Hasan menilai, Saiful Mujani hanya bagian dari orang-orang yang kurang beruntung dalam kompetisi politik, mendukung calon presiden yang kalah dalam Pemilu 2024. 

Orang-orang semacam itu, lanjut Hasan, seringkali tergoda untuk menyampaikan kata-kata yang melampaui batas, seperti ajakan untuk menjatuhkan dan gulingkan pemerintah, atau melalui impeachment agar terkesan lebih konstitusional. 

“Artinya dia kan mendukung capres-capres juga. Orang-orang ini kan kemarin juga mendukung capres-capres, tapi kebetulan kurang beruntung. Di pemilu terakhir, mereka kurang beruntung,” ungkapnya. 

Sebelumnya, potongan-potongan pidato Saiful Mujani dalam acara halal-bihalal tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial. Ia mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo sudah tidak lagi menganut sistem presidensial. 

Menurutnya, prosedur pemakzulan yang formal atau impeachment sudah tidak akan efektif pada era pemerintahan Prabowo. Ia pun menawarkan alternatif lain untuk menjatuhkan Prabowo yaitu dengan mengonsolidasikan gerakan sipil. 

"Menurut Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu," ucap Saiful. 

Ia juga mengatakan bahwa Prabowo sudah tidak mungkin lagi untuk dinasihati. Maka satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara ini adalah dengan dijatuhkan. 

"Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," ungkap Saiful.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.