Akurat
Pemprov Sumsel

Tak Hanya Inovatif, Pelaku Kreatif Dituntut untuk Cakap Berbisnis

Ahada Ramadhana | 27 Juni 2025, 22:15 WIB
Tak Hanya Inovatif, Pelaku Kreatif Dituntut untuk Cakap Berbisnis

AKURAT.CO Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya kemampuan bisnis bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Menurutnya, keberlanjutan usaha tidak cukup hanya mengandalkan ide kreatif, tetapi juga perlu ditopang oleh pengelolaan bisnis yang profesional dan akses pembiayaan yang tepat.

“Kami ingin para pegiat ekonomi kreatif tidak hanya kreatif dalam produk, tapi juga cakap dalam bisnis. Kunci keberlanjutan ada pada kemampuan mengelola usaha secara profesional, termasuk dalam mengakses dan memanfaatkan pembiayaan,” ujar Riefky dalam keterangan tertulis, Jumat (27/6/2025).

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan Literasi Bisnis yang menyasar pelaku ekraf, khususnya di subsektor padat karya seperti kuliner, kriya, fesyen, dan aplikasi digital.

Menurut Riefky, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, melalui pemahaman praktis tentang manajemen risiko, peluang usaha, serta akses ke sumber pendanaan yang kredibel.

“Harapannya, ekosistem ekonomi kreatif semakin kokoh sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional—the new engine of growth,” tambahnya.

Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menambahkan bahwa program literasi ini menjadi pintu masuk dalam menciptakan pendampingan usaha yang berkelanjutan.

Baca Juga: Prabowo dan PM Anwar Sepakat Kerja Sama Eksplorasi Blok Ambalat, Akhiri Sengketa Lewat Jalur Ekonomi

“Kami siapkan mentoring, coaching, hingga pengembangan jejaring pembiayaan agar talenta ekraf tidak berjalan sendiri. Literasi bisnis adalah kunci membangun ekosistem yang sehat dan mandiri,” ungkapnya.

Senada, Staf Ahli Menparekraf Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Restog Krisna Kusuma, menekankan bahwa pemahaman bisnis yang kuat adalah fondasi utama dalam menghadapi dinamika industri kreatif yang terus berkembang.

“Literasi bisnis memungkinkan pelaku ekraf berkembang secara terukur. Kami ingin mereka lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat,” jelas Restog.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah, lembaga perbankan, dan penyedia pembiayaan—untuk membuka akses seluas-luasnya bagi pelaku ekraf.

Tidak hanya dari sisi kreativitas, tetapi juga kelayakan bisnis, kepatuhan keuangan, dan ketahanan terhadap disrupsi pasar.

“Topik-topik penting seperti investasi ilegal, pinjaman daring, hingga manajemen risiko finansial turut dibahas agar pelaku usaha tidak terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan,” tambahnya.

Sementara itu, Microfinancing Head Division Finatra (FIFGROUP), Cicilia Tri Hapsariningtyas, menegaskan bahwa lembaga pembiayaan memegang peran penting dalam membantu pelaku ekraf naik kelas.

“Kami ingin pelaku ekraf tidak hanya paham soal pembiayaan, tapi juga mampu menggunakannya secara strategis untuk tumbuh, bukan sekadar bertahan,” pungkas Cicilia.

Baca Juga: DPR Belum Bersikap soal Putusan MK Pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.