Akurat Logo

Bulog Pastikan Distribusi Minyakita Berjalan Berkelanjutan

Esha Tri Wahyuni | 1 Mei 2026, 13:10 WIB
Bulog Pastikan Distribusi Minyakita Berjalan Berkelanjutan
Distribusi Minyakita terus berjalan terukur dan berkelanjutan. Bulog optimalkan stok dan jaringan demi stabilitas harga pangan nasional.

AKURAT.CO Distribusi minyak goreng rakyat merek Minyakita dipastikan tetap berjalan stabil di tengah tantangan logistik nasional.

Perum Bulog menegaskan langkah ini sebagai bagian dari strategi menjaga pasokan dan harga pangan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah dengan akses distribusi terbatas.

Direktur Operasi Bulog, Andi Afdal, menyatakan distribusi Minyakita dilakukan secara berkelanjutan dengan pengelolaan stok yang terukur sesuai mandat pemerintah.

Ia menegaskan peran Bulog sebagai operator distribusi terus dioptimalkan agar komoditas tersebut tetap tersedia di pasar.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Bulog: Harga Beras dan Minyakita Terkendali

“Distribusi Minyakita terus berjalan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Distribusi Minyakita tetap kami jalankan secara terukur dan berkelanjutan,” ujar Andi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Secara data, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp14.000 per liter sejak 2022.

Namun, dalam beberapa periode 2024–2025, harga di lapangan sempat bergerak di atas HET akibat gangguan distribusi dan kenaikan biaya logistik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas minyak goreng masih menjadi salah satu penyumbang inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang pada 2025 tercatat berkontribusi signifikan terhadap inflasi nasional di kisaran 2,6–3,0% secara tahunan.

Bulog menyebut penguatan distribusi dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari jaringan distributor hingga operasi pasar. Selain itu, koordinasi dengan pemangku kepentingan diperkuat, khususnya untuk wilayah dengan tantangan geografis seperti kawasan timur Indonesia.

Dalam konteks historis, Minyakita diluncurkan pemerintah pada 2022 sebagai respons atas gejolak harga minyak goreng yang sempat melonjak tajam hingga di atas Rp20.000 per liter. Program ini menjadi bagian dari intervensi negara untuk memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.

Baca Juga: Swasembada di Era Presiden Prabowo Terbukti, Dony Oskaria: Bulog Sampai Kekurangan Gudang!

Andi menambahkan, Bulog juga mendorong peningkatan efisiensi distribusi melalui penguatan infrastruktur logistik, termasuk penambahan kapasitas gudang penyimpanan minyak goreng. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pasokan di tengah fluktuasi produksi dan distribusi.

“Penyaluran Minyakita dilakukan melalui berbagai saluran dan jaringan untuk menjaga keterjangkauan harga serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses. Bulog akan terus hadir menjalankan mandat pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat,” kata dia.

Dari sisi dampak, stabilitas distribusi Minyakita menjadi krusial bagi daya beli masyarakat. Minyak goreng merupakan salah satu komoditas konsumsi harian dengan bobot tinggi dalam pengeluaran rumah tangga.

Gangguan pasokan berpotensi mendorong kenaikan harga yang berdampak langsung terhadap inflasi pangan.

Kelancaran distribusi ini nantinya juga berpengaruh terhadap stabilitas sektor ritel dan industri makanan skala kecil. Pelaku UMKM, yang sangat bergantung pada harga bahan baku, menjadi kelompok paling rentan terhadap fluktuasi harga minyak goreng.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.