Lonjakan Transaksi E-Commerce tembus Rp96,7 Triliun Dipicu Tren Belanja Berbasis Konten

AKURAT.CO Nilai transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp96,7 triliun pada Februari 2026, didorong oleh lonjakan tren belanja berbasis konten digital.
Mengutip hasil data Kementerian Perdagangan, menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang kini semakin terpengaruh oleh konten video pendek, live streaming, dan kampanye digital terintegrasi.
Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menyatakan integrasi platform menjadi kunci dalam mengonversi interaksi digital menjadi transaksi nyata.
Baca Juga: KKP Gandeng Ecommerce Tingkatkan Literasi Digital Pengelola KNMP
“Melalui ekosistem yang terintegrasi, Tokopedia dan TikTok Shop membantu pelaku usaha mengubah pencarian konten menjadi transaksi. Dukungan TikTok berupa kekuatan penemuan dan komunitas, yang disinergikan dengan fitur dan kampanye Tokopedia, memungkinkan brand menjangkau konsumen secara lebih efektif,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Data internal platform menunjukkan sejumlah brand elektronik yang mengikuti kampanye Tokopedia Super Brand Day selama Ramadan 2026 mencatat lonjakan penjualan signifikan, bahkan hingga 200%.
TCL Indonesia menjadi salah satu contoh konkret. Perusahaan mencatat peningkatan jumlah pesanan sebesar 175% dan nilai transaksi naik 212% selama periode kampanye. Kinerja ini ditopang peluncuran empat produk TV baru, termasuk seri 55V6D AI 4K HDR Google TV, serta strategi distribusi konten yang konsisten.
Perwakilan TCL Indonesia menyebut pemanfaatan data menjadi faktor utama.
“Fitur dan kampanye yang dihadirkan membantu kami membaca pasar dengan lebih tepat, meningkatkan eksposur, dan mendorong penjualan secara signifikan,” katanya.
Sementara itu, vivo Indonesia mencatat kenaikan transaksi hingga 259% melalui pendekatan multi-strategi. Selain meluncurkan produk baru seperti vivo V70 Series dan iQOO 15R, perusahaan juga memperluas kapasitas logistik di Jakarta dan Surabaya serta mengaktifkan layanan pengiriman instan.
Baca Juga: Live Streaming Dorong Lonjakan Transaksi Ecommerce ke Rp96,7 Triliun
Head of E-Commerce vivo Indonesia, Kevin Aditya Riyanto, mengatakan integrasi platform mempercepat eksekusi strategi bisnis.
“Fitur seperti Seller Center terpadu dan LIVE streaming telah mempertajam strategi kami, sekaligus meningkatkan visibilitas dan transaksi secara signifikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Simplus mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 122% dengan fokus pada produk rumah tangga bernilai tinggi seperti dehumidifier dan air purifier. Strategi multi-channel melalui video pendek dan sesi live menjadi pendorong utama konversi.
CEO Simplus, Jack, menegaskan pentingnya data dalam pengambilan keputusan.
“Lewat pusat penjual terintegrasi, kami lebih mudah melakukan riset pasar dan menentukan program yang efektif untuk mendorong penjualan,” katanya.
Secara historis, e-commerce di Indonesia didominasi oleh model berbasis pencarian (search-based commerce), di mana konsumen aktif mencari produk. Namun dalam dua tahun terakhir, terjadi pergeseran menuju discovery commerce, di mana konten menjadi pintu masuk utama transaksi.
Integrasi antara platform sosial dan marketplace mempercepat transformasi ini. TikTok, dengan basis pengguna aktif yang besar di Indonesia, memainkan peran dalam mendorong impuls buying melalui algoritma rekomendasi konten.
Fenomena ini juga sejalan dengan momentum Ramadan, yang secara historis menjadi periode puncak konsumsi domestik. Kementerian Perdagangan mencatat peningkatan transaksi digital secara konsisten setiap Ramadan dalam lima tahun terakhir, dengan akselerasi signifikan sejak adopsi live commerce.
Lonjakan transaksi berbasis konten tidak hanya berdampak pada brand besar, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Fitur seperti live streaming, video pendek, dan kampanye terintegrasi memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen tanpa biaya pemasaran konvensional yang tinggi.
Selain itu, kehadiran kanal “Mall” di Tokopedia dan TikTok Shop yang menawarkan produk dengan garansi keaslian dan gratis ongkir meningkatkan kepercayaan konsumen, faktor krusial dalam transaksi digital.
Dari sisi industri, tren ini mendorong perubahan strategi pemasaran. Brand tidak lagi hanya mengandalkan diskon, tetapi juga investasi pada produksi konten, kolaborasi kreator, serta analisis data perilaku konsumen.
Model perdagangan berbasis konten diproyeksikan akan semakin dominan seiring meningkatnya penetrasi internet dan konsumsi media digital di Indonesia. Integrasi data, logistik, dan konten menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan di industri e-commerce.
Tokopedia dan TikTok Shop menyatakan akan terus mengembangkan fitur berbasis data dan kampanye terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan pelaku usaha. Ketiga brand yang berhasil dalam kampanye Ramadan 2026 juga telah masuk dalam Perpustakaan Studi Kasus platform, sebagai referensi strategi yang dapat direplikasi oleh pelaku usaha lain.
Dengan nilai transaksi yang mendekati Rp100 triliun hanya dalam satu bulan, pergeseran ke content-driven commerce menandai fase baru dalam evolusi ekonomi digital Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










